Pertanyaannya, Kok PN Jaksel Tetap Proses PK Djoko Tjandra?

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra

POJOKSATU.id, JAKARTA – Langkah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang masih terus memproses pengajuan permohonan peninjauan kembali Djoko Tjandra dipertanyakan.


Padahal, buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali itu sudah tiga kali mangkir dari persidangan.

Pertama, yakni pada 29 Juni 2020, 6 Juli 2020 dan 20 Juli 2020.


Melalui pengacaranya, Andi Putra Kusuma, Djoko mengaku tak bisa mengikuti persidangan karena sakit dan berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Salah satu yang merasa cukup heran dengan langkah PN Jaksel itu adalah anggota Komisi Pemantau Peradilan (KKP), Erwin Natosmal Oemar dalam diskusi daring, Minggu (26/7/2020).

“Saya heran, kenapa pengadilan merespon PK Djoko Tjandra meskipun sudah ada polemik yang sangat luas,” ujar Erwin.

Menurutnya, pengajuan permohonan PK Djoko itu semestinya tidak usah diproses.

Erwin juga menegaskan bahwa PK dalam hukum acara perdata atau sistem hukum asas, tedapat iktikad baik.

“Djoko Tjandra ini tidak memenuhi asas iktikad baik,” tegasnya.

Karena itu, ia menekankan, upaya hukum PK yang dilakukan Djoko itu semestinya tidak dapat diproses.

Apalagi, sambungnya, Djoko saat ini masih berstatus sebagai buronan negara.