Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking harus Disanksi

Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koalisi Pemantau Peradilan (KKP) menilai, pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, telah mencederai kode etik advokat.


Pasalnya, Anita telah mempengaruhi aparat penegak hukum pada lembaga-lembaga penegak hukum.

Tujuannya, untuk mencegah dilaksanakannya putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atas kliennya.


Seharusnya, aparat penegak hukum bisa melakukan pencekalan terhadap Djoko Tjandra dan langsung menjebloskannya ke jeruji besi.

Namun, diduga karena ulah Anita, sang klien Djoko Tjandra berhasil meloloskan diri lagi untuk kesekian kalinnya.

Demikian disampaikan anggota Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) Erwin Natosma Oemar dalam diskusi daring, Minggu (26/7), dikutip dari JawaPos.com.

“Organisasi advokat sebagai profesi terhormat (Officium Nobile) belum berhasil membangun organisasi profesi yang mendorong para advokat untuk menjunjung tinggi kode etik dalam menjalankan profesinya,” kata Erwin.

Ironisnya, dalam praktiknya, advokat tidak jarang menjadi bagian utama dari praktik mafia hukum.

Ia lalu mencontohkan apa yang terjadi dalam kasus Gayus Tambunan, OC Kaligis, Lucas, dan sebagainya.

Karena itu, sampai saat ini tidak ada komentar apapun dari para Komunitas Advokat yang ada di Indonesia terkait dugaan etik Anita yang diduga turut meloloskan kliennya.