Mabes Polri Sebut Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Dilakukan dari Prancis, Kok Bisa?

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mabes Polri membantah menjadi institusi yang menghapus red notice terhadap Djoko Tjandra.

Pasalnya, Korps Bhayangkara itu sama sekali tak memiliki kewenangan untuk melakukan hal tersebut.

Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Sebaliknya, Argo menyebut bahwa penghapusan red notice itu dilakukan sendiri oleh Interpol.


“Jangan salah ya, penghapusan red notice itu siapa yang menghapus, adalah dari Interpol pusat di Lyon, Prancis sana,” kata Argo.

Setelah dihapus Interpol, lanjutnya, Sekretaris NCB Interpol Indonesia yang pada saat itu dijabat Brigjen Nugroho Slamet Wibowo langsung merespon.

Yakni dengan mengirim surat ke Ditjen Imigrasi untuk memberitahukan bahwa red notice buron kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali itu telah terhapus.

Karena itu, Argo menegaskan bahwa polisi sama sekali tidak bisa menghapus red notice Interpol.

“Enggak bisa (menghapus), yang hapus Interpol pusat di Lyon, Prancis. Kami hanya memberitahukan (ke Ditjen Imigrasi),” jelasnya.

Menurut Argo, atas adanya pemberitahuan dan sejumlah pelanggaran administrasi, Brigjen Nugroho dan Irjen Napoleon Bonaparte yang sempat menjabat sebagai Kadiv Hubinter dimutasi.