Eks Komisioner KPU Akan Bongkar Kecurangan Pilpres

Komisioner KPU Wahyu Setiawan masuk ke dalam mobil tahanan diyang menjemputnya di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020) malam. Foto Jawa Pos
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan masuk ke dalam mobil tahanan diyang menjemputnya di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020) malam. Foto Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan komisioner KPU (Komisi Pemilihan Umum) Wahyu Setiawan menyatakan siap membongkar kecuarangan Pemilu 2019.

Terdakwa kasus suap pergantian amtar waktu (PAW) anggota DPR, Wahyu Setiawan itu akan membocorkan siapa saja yang melakukan kecuran dalam Pemilu, baik Pilpres, Pileg, maupun Pilkada.

Wahyu Setiawan telah mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Ia siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk membongkar kecurangan dan suap dalam Pilpres, Pileg, dan Pilkada.

“Sudah diajukan kemarin setelah sidang,” kata salah satu tim penasihat hukum Wahyu, Saiful Anam saat dikonfirmasi, Selasa (21/7).


Saiful menerangkan, Wahyu juga siap membongkar pihak-pihak yang terlibat dalam perkara yang menjeratnya saat ini.

“Semuanya, tidak hanya yang terlibat PAW, tetapi terkait kecurangan Pemilu, Pilpres dan Pilkada, akan diungkap semua,” kata Saiful.

Sebelumnya, Wahyu didakwa menerima suap Rp 600 juta dari kader PDIP Harun Masiku.
Pemberian uang itu bertujuan agar terdakwa mengganti Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Sumatra Selatan 1.

Wahyu juga didakwa menerima suap Rp 500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Sementara Harun Masiku hingga kini masih buron. Tahun depan, Harun Masiku bakal bebas bepergian ke luar negeri. Sebab, tahun depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa lagi memperpanjang pencegahan keluar negeri untuk Harun Masiku.

KPK hanya bisa mengajukan pencegahan sebanyak dua kali enam bulan. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, tepatnya Pasal 97.

KPK sendiri sudah dua kali mengajukan perpanjangan pecegahan Harun Masiku ke luar negeri. Perpanjangan ini akan berakhir tahun depan.

“Dalam rangka mendukung proses penyidikan, KPK memperpanjang masa mencegah/melarang bepergian ke luar negeri terhadap Tersangka HAR (Harun),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (20/7/2020).

Ali mengatakan, perpanjangan masa pencegahan ke luar negeri itu belaku selama enam bulan ke depan terhitung sejak Jumat (10/7/2020) lalu.

KPK pun telah mengirim surat permohonan perpanjangan larangan berpergian ke luar negeri tersebut ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

(one/tan/jpnn)