Pendukung Gibran Ngaku Dikeroyok dan Diancam akan Dihabisi, Ini Kronologisnya

Gibran Rakabuming Raka berjabat tangan dengan Achmad Purnomo (tengah) dan Teguh Prakosa (kiri) usai uji kelayakan dan kepatutan penjaringan Cawali Solo di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Senin (10/2/2020). Foto Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – pendukung Gibran Rakabuming Raka, Agung ‘walet’ Indaryoto mengaku menjadi korban pengeroyokan.

Agung menyebut, peristiwa itu dialaminya pada Minggu (19/7/2020) malam usai rapat Pengurus Anak Ranting PDIP di RW 028 Kelurahan/Kecamatan Jebres, Solo.

Akibatnya, mata kanan Agung mengalami luka. Ia pun melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polresta Solo sekitar pukul 23.155 WIB.

Dilansir Solopos.com, Agung mengaku dalam rapat itu ia merasa akan dilengserkan.


Karena merasa dilecehkan dan tidak sesuai secara aturan organisasi, dia lantas memberikan perlawanan.

“Saya melawan, saya banting snack-nya. Kemudian saya dikeroyok. Mereka sama-sama, lalu saya dipukul. Kalau tidak satu kali, dua kali. Di bagian mata,” tutur dia.

Selain dikeroyok, Agung juga mengaku diancam akan dibunuh.

Lebih lanjut, Agung juga menuturkan mengaku mengenal siapa saja pelaku yang telah memukulinya.

Kendati demikian, ia tak menyebutkan identitas pelaku dimaksud.

Dia menduga, pengeroyokan terhadap dirinya itu lataran sejak awal ia mendukung Gibran Rakabuming Raka.

Bahkan, ia berujar bahwa dukungannya itu diberikan sebelum DPP PDIP mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada pasangan Gibran-Teguh Prakosa.