Utang BUMN Terus Membekak, Fadli Zon Ungkap Ramalannya Lima Tahun Lalu Terjadi Hari Ini

Fadli Zon

POJOKSATU.id, JAKARTA – Fadli Zon mempertanyakan membengkaknya utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kian hari tambah membengkak.

Menurut anggota Komisi I DPR RI ini, hal itu dikarenakan kesalahan pemerintah yang dinilai gagal mengelola BUMN dalam lima tahun terakhir ini.

Ia khawatir akan memicu terjadinya krisis finansial seperti di zaman Orde Baru yang disebabkan gagal bayar hutang korporasi.

Demikian disampaikan Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya kepada PojokSatu.id, Jakarta, Jumat (10/7/2020).


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, ada 13 BUMN yang memiliki obligasi jatuh tempo.

Di antaranya Bank Tabungan Negara (BTN) senilai Rp5,4 triliun, disusul Pupuk Indonesia sebesar Rp4,1 triliun.

“Itu yang paling tinggi nilainya. Kalau BUMN menghadapi risiko gagal bayar, pemulihan ekonomi Indonesia kian sulit, apalagi di tengah pandemi Covid-19,” tuturnya.

Kemudian kasus Garuda Indonesia, yang seharusnya membayar utang sukuk dollar AS pada 3 Juni lalu.

Tapi terpaksa harus merestrukturisasinya akibat dampak Covid-19.

Legislator Dapil Bogor ini mengatakan, Garuda harus memarkir 70 persen armadanya.