Seharusnya Rieke Diah Pitaloka Sukses Loloskan RUU HIP, tapi PDIP Mesti Ambil Sikap Tegas

Rieke Diah Pitaloka
Rieke Diah Pitaloka

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pencopotan Rieka Diah Pitaloka sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) banyak yang mengaitkan dengan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Pasalnya, Rieke salah satu tim dari 18 Anggota DPR RI Frkasi PDIP yang masuk Baleg.

Pengamat Politik mengatakan biasanya jika partai politik mempunyai kepentingan pasti ada kader yang ditugas untuk mengawal hingga gol.

Menurutnya pencopotan Rieke Diah Pitaloka kemungkinan besar karena dinilai gagal dalam mengawal RUU HIP.

Demikian disampaikan oleh Ujang Komarudin Direktur Indonesia Political Review (IPW) saat dihubungi Pojoksatu, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

“Jika dianggap gagal, maka bisa saja dicopot dan diganti dengan kader yang lain. Itu biasa dalam politik parlemen kita,” tutur Ujang.

Pengamat sekaligus Dosen Tetap di Universitas Al-Azhar ini menegaskan memang harus ada yang dikorbankan

“Tak ada asap, tak akan ada api. Tak akan ada pergantian, jika tak ada kesalahan,” tutupnya.

Diketahui, usai resmi dicopot menjadi wakil ketua Baleg, Rieke langsung digantikan oleh M. Nurdin yang merupakan pensiunan perwira tinggi polisi. M Nurdin adalah anggota Komisi III DPR RI fraksi PDI Perjuangan.

Kabarnya, Rieke dicopot terkait polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang masuk dalam Proglegnas prioritas 2020.

(muf/pojoksatu)