Fachrul Razi Ingin Libatkan TNI dalam Kerukunan Beragama, Politisi PKS: Pak Menteri Lagi-lagi Gagal Paham

Anggota komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf. Foto Humas DPR RI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wacana Menteri Agama Fahcrul Razi melibatkan TNI dalam kerukunan beragama menuai polemik.


Pasalnya, hal itu dapat menghidupkan kembali dwifungsi TNI yang sempat hidup di Orde Baru.

Rencana itu dinilai merupakan bentuk kegagapan Fahcrul Razi mencermati kondisi sosial politik di era reformasi ini.

Demikian disampaikan anggotata komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, dihubungi PojokSatu.id, di Jakarta, Kamis (9/7/2020).


“Pak Menteri lagi-lagi gagal paham. Sangat keliru ketika langsung menempatkan unsur militer dalam upaya penguatan kohesivitas di masyarakat,” ungkap Bukhori Yusuf.

Bukhori menyarankan lebih baik Kemenag mengoptimalkan jajarannya yang sudah ada seperti KUA dan lainnya, ketimbang melibatkan TNI.

Sebab hal itu, sambungnya, malah akan memicu polemik di tengah masyarakat.

Menurut politisi PKS ini, jika Kemeneg akan mengambil kebijakan, seharusnya mengacu kepada fakta sosial dan sejarah.

“Jika wacana ini terjadi, akan menimbulkan setback (kemunduran) bagi bangsa kita, kebijakan yang ahistoris dan asosial,” tegasnya.

Sebab, jika melihat semangat yang dibawa reformasi kala itu adalah mengganti supremasi sipil atas supremasi militer dalam konteks kehidupan dan kebebasan sipil.

“Kemeneg cukup fokus saja dengan tupoksinya. Hentikan kegaduhan yang ditimbulkan.” tuturnya.