Temuan KPAI, Apel Ganyang Komunis Bukan Hanya Libatkan Anak tapi Ada juga Narasi Halal Sembelih Orang

Peserta aksi apel ganyang komunis di Lapangan Ahmad Yani, Minggu (5/7/2020). Foto JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, apel ganyang komunis Jakarta dan Tangerang melibatkan anak-anak.

Bahkan, dalam pengamatan di lapangan, KPAI mencatat 15 sampai 20 persen peserta apel adalah anak-anak.

Hal itu didapat berdasarkan pengamatan yang dilakukan di dua lokasi yang berbeda, Minggu (5/7/2020).

Demikian disampaikan Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra dalam keterangannya.


“Artinya sudah kesekian kali anak-anak terlibat aksi tanpa sanksi yang tegas,” kata Jasra.

Selain itu, KPAI turut menyoroti protokol kesehatan yang belum sepenuhnya diterapkan panitia apel di dua lokasi tersebut.

“Pemandangan di lapangan juga memperlihatkan ada orang tua yang bermasker dan tidak. Begitu pun balita ada yang bermasker dan tidak,” ucap Jasra.

Hal lain yang ditemukan adalah banyaknya ujaran kebencian yang muncul dalam aksi tersebut.

Seperti narasi menghalalkan sembelih orang dan sembelih komunis.

Ujaran kebencian itu, kata Jasra, dikhawatirkan bisa memberikan dampak buruk terhadap perkembangan jiwa anak.