Menteri Edhy Prabowo Pilih Kapal Tangkapan Dimanfaatkan Nelayan daripada Ditenggelamkan, Susi Pudjiastuti Tepuk Tangan 10 Kali

Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti dalam pisah sambut di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Foto ist
Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti dalam pisah sambut di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Foto ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kerap kali berselisih kebijakan dengan menteri pendahulunya, Susi Pudjiastuti.

Kali ini Edhy menilai kapal hasil tangkapan lebih baik dimanfaatkan untuk hal-hal produktif bagi kelompok nelayan dan bahan pendidikan bagi siswa perikanan.

Seruan itu pun disampaikan Menteri Edhy lewat akun media sosialnya dengan mengunggah sebuha poster bertuliskan pesan khusus tersebut.

“Daripada ditenggelamkan, kapal hasil tangkapan lebih baik diberikan kepada kelompok nelayan dan menjadi bahan belajar untuk anak-anak sekolah perikanan,” ujar Edhy seperti dikutip Pojoksatu.id, Kamis (2/6/2020).

Menanggapi cuitan yang diunggah secara resmi lewat akun official KKP RI @kkpgoid, Susi Pudjiastuti tidak berkomentar banyak.

Eks Menteri KKP itu hanya mencuitkan simol tepuk tangan sebanyak 10 kali merespon cuitan KKP.

Respon-respon lain paling dilakukan menanggapi beberapa pertanyaan netizen.

“Saya mau tanya bu, apa dengan begitu ada kemungkinan sebagai ladang korupsi, mengingat hasil laut yang melimpah dan seandainya banyak kapal ditangkap, tidak didata untuk dimanfaatkan untuk sekolah perikanan, mempekerjakan siswa sekolah perikanan dengan gaji kecil, atau ada kemungkinan lain,” tanya Frans Parera @hutapeafranc.

Susi lantas merespon berdasarkan pengalamannya memimpin Kementeriannya itu.

“Setahu saya 2 tahun lalu itu yg terjadi, kita perkarakan waktu itu,” ujarnya.

Baru-baru ini Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo resmi mencabut larangan ekspor benih lobster yang pernah diterapkan di masa kepemimpinan Susi.

Dicabutnya aturan era Susi itu ditandai dengan peraturan menteri (Permen) yang baru, yakni Permen KP Nomor 12/Permen-KP/2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.), di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Aturan baru tersebut diundangkan di Jakarta pada tanggal 5 Mei 2020.

Dalam salinan Permen sesuai aslinya yang diakses dari laman resmi KKP, Jumat (8/5/2020), ekspor dan budidaya lobster dibolehkan dengan berbagai ketentuan.

(sta/pojoksatu)

Loading...