Meski Terkendali, Anies Perpanjang PSBB Transisi di DKI, Tapi Hasil Data FKM UI Pelonggaran Bisa Diterapkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers perpanjangan PSBB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi dalam rangka percepatan penanganan virus corona baru (Covid-19) di DKI Jakarta resmi diperpanjang selama 14 hari ke depan mulai tanggal 3 Juli hingga 16 Juli mendatang.


Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, meskipun secara umum kasus Covid-19 di Jakarta sudah dapat dikendalikan, namun nyatanya sampai hari ini virus corona masih mewabah di Ibukota.

“Hasil pantauan dari Dinas Kesehatan di Jakarta, bahwa ini adalah gambaran maping yang secara umum situasi terkendali,” ujar Anies saat melakukan konferensi pers di pendopo Balaikota DKI Jakarta, Rabu (1/7).

Berdasarkan data yang diterima dari tim ahli Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, menyatakan bahwa DKI Jakarta sudah bisa melakukan pelonggaran.


“Indikator pelonggaran itu jika total skor di atas 70 maka boleh pelonggaran, dan dari FKM UI ada tiga unsur yakni epidemiologi 75, kesehatan publik 54, dan fasilitas kesehatan 83. Jadi total yang didapat DKI adalah 71,” jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan 3 gelombang PSBB. Tahap I berlangsung dari 10 April hingga 21 April 2020.

Tahap II dilakukan pada 22 April hingga 21 Mei 2020. Fase ke III berlangsung dari 22 Mei dan berakhir pada 4 Juni 2020.

Sedangkan pemberlakukan PSBB masa transisi telah berlangsung sejak 5 Juni hingga sampai 2 Juli 2020 besok.

(sta/rmol/pojoksatu)