Cinta Segitiga Berujung Maut, Kepala Dusun Tewas Ditusuk Ipar Saat Rayakan Ultah

FH, pelaku pembunuhan Doni Iskandar ditangkap. Foto Radar Jambi

POJOKSATU.id, BATANGHARI – Doni Iskandar (40), Kepala Dusun (Kadus) di Desa Koto Boyo Kecamatan Bathin XXIV, Jambi tewas setelah ditusuk oleh iparnya berinisial HF.


Doni Iskandar meregang nyawa di Balai Desa Koto Boyo Kecamatan Bathin XXIV, Rabu (24/6), sekitar pukul 14.15 WIB.

Camat Bathin XXIV, Erwin mengatakan pelaku berinisial HF masuk ke dalam kantor dan langsung mencari korban.

“Informasi dari kepala desa di saat jam kerja sekitar jam 14.05 WIB datang pelaku mencari korban dan langsung memberikan tusukan di dada, sebanyak satu kali tusukan,” ujar Erwin, Kamis (25/06).


Pjs Kades Koto Boyo, Herman Plani mengatakan saat itu korban sedang merayakan hari ulang tahun yang ke-40 di kantor Balai Desa Koto Boyo. Korban dan beberapa perangkat desa menggelar makan-makan bersama.

“Tepat pada hari itu korban berulang tahun yang ke-40, saat itu korban dan beberapa perangkat desa, ada juga pendamping desa makan-makan di kantor. Kejadian ini sungguh sangat mengejutkan, karena tidak ada keributan sebelumnya,” ungkap Plani.

Kasat Reskrim Polres Batanghari IPTU Orivan Irnanda mengatakan pihaknya sudah mengamankan pelaku penganiayaan berencana tersebut.

“Pelaku menusuk korban dengan sebilah pisau. Korban akhirnya meninggal dunia, setelah sempat dirawat di RS Mitra Medika, Muara Bulian,” ujar Kasat.

Dijelaskan Orivan, penangkapan pelaku dilakukan setengah jam setelah pelaku menusuk korban. Penangkapan pelaku dipimpin langsung Kapolsek Bathin XXIV IPTU Heri Hermansyah bersama anggota.

“Pelaku kita kenakan pasal 353 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tegasnya.

Peristiwa berdarah ini diduga akibat cinta segitiga. Pelaku HF terbakar api cemburu gara-gara istrinya diselingkuhi oleh korban.

“Sudah lama curiga dengan istri saya. Setelah Saya selidiki pelaku memang berselingkuh dengan istri saya,” kata HF.

Dari keterangan pelaku, terungkapnya perselingkuhan istri dan korban setelah dia menyadap Whatsapp istrinya menggunakan aplikasi yang telah dia download.

“Awalnya tidak ada percakapan apapun dari HP istri saya. Setelah beberapa hari percakapan itu masuk semua yang menceritakan perselingkuhan istri dan ipar saya,” jelasnya.

Setelah mengetahui adanya perselingkuhan itu, pelaku langsung emosi dan mencari korban di Kantor Desa Bathin XXIV. Dia pun langsung melakukan penusukan terhadap korban dengan sebilah pisau.

Diketahui setelah kejadian korban langsung dilarikan ke Puskesmas Durian Luncuk dan seterusnya dirujuk ke RS. Mitra Medika Muarabulian.

Setalah melalui perawatan yang intensif selama 18 jam akhirnya korban meninggal dunia sekitar pukul 05.20 WIB.

(rza/radarjambi)