Wacana 8 Tahun Jabatan Presiden Muncul Lagi, Bisa Tutup Ambisi Kekuasaan, MPR: Itu Berita Lama

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Publik tiba-tiba diramaikan lagi dengan usulan jabatan presiden 8 tahun. Usulan itu dianggap hanya berita lama yang dimunculkan kembali.

Ditambah lagi isu itu dianggap sebagai wacana yang diusulkan MPR.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid pun menanggapi dengan adanya isu tersebut. Ia menilai MPR tidak pernah mengusulkan isu jabatan 8 tahun bagi presiden.

“Wacana itu justru dari pihak di luar MPR. Tak benar MPR usulkan masa jabatan presiden 8 thn,” ujarnya melalui akun Twitter, Rabu (24/6/2020).


Ia menegaskan sikap MPR tetap pada ikuti aturan UUD 1945, yang menetapkan masa jabatan Presiden 5 tahun dan hanya bisa diperpanjang satu kali.

“Itu berita lama yang menyesatkan,” ujar Politisi PKS itu.

Sementara publik menanggapi beragam atas wacana menambah jabatan 8 tahun bagi presiden. Salah satunya yang mendukung karena dianggap mekanisme itu bisa menutup ambisi kekuasaan dan tidak fokus pada realisasi program jabatannya.

“Setuju (jabatan 8 tahun), untuk presiden berikutnya. Jokowi mah sekarang saja sudah kadaluwarsa. 1x 8 tahun kan maksudnya? Supaya fokus gak mikir kampanye untuk periode berikut. Kompetisi jadi menarik, program.” ungkap Marco Kusumawijaya.

(sta/pojoksatu)