Tersangka ‘Ketok Palu’ RAPBD Jambi Minta uang sampai Rp600 Juta per Orang

Tiga eks pimpinan DPRD Jambi resmi ditahan di KPK terkait suap uang 'ketok palu' RAPBD 2017 dan 2018. Foto RMOL

Bahwa para tersangka yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi pada saat itu melakukan beberapa dugaan korupsi.

Di antaranya, unsur pimpinan DPRD Jambi diduga meminta uang “ketok palu”, menagih kesiapan uang “ketok palu”, melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut.

Juga meminta jatah proyek dan atau menerima uang dalam kisaran Rp100 juta atau Rp600 juta per orang.

Komisioner KPK, Alexander Marwata menyatakan, unsur pimpinan fraksi dan komisi di DPRD Jambi juga diduga mengumpulkan anggota Fraksi.


“Untuk menentukan sikap terkait dengan pengesahan RAPBD Jambi, membahas dan menagih uang “ketok palu”, menerima uang untuk jatah fraksi sekitar dalam kisaran Rp400 juta hingga Rp 700 juta untuk setiap fraksi dan atau menerima uang untuk perorangan dalam kisaran Rp100 juta, Rp140 juta atau Rp200 juta,” ucap Alexander Marwata di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2020).

Kemudian, sambung Alex, para anggota DPRD Jambi pada saat itu juga diduga mempertanyakan soal uang “ketok palu” dan mengikuti pembahasan di fraksi masing-masing dan atau menerima uang dalam kisaran Rp100 juta atau Rp200 juta per orang.

(rmol/pojoksatu)