“Kok Pak Novel semakin Mengada-ada? Orang Kuat Itu Siapa? Sebut saja, Ini Era Keterbukaan”

Novel Baswedan dalam acara Mata Najwa1
Novel Baswedan dalam acara Mata Najwa ungkap ada 'orang kuat' di balik penyerangan terhadap dirinya. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan tentang adanya ‘orang kuat’ yang diungkap Novel Baswedan sebaiknya dibuka saja ke publik.


Jika tidak, maka sangat mungkin memicu gejolak cukup besar di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP KNPI, Fuadul Aufa mempertanyakan validitas dugaan yang disampaikan Novel dalam acara Mata Najwa, Rabu (17/6) malam kemarin itu.

“Kok Pak Novel semakin mengada-ada? Orang kuat itu siapa? Sebut saja, ini era keterbukaan,” ujar Fuadul dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari RMOL, Jumat (19/6/2020).


Fuadul menilai, pernyataan yang disampaikan Penyidik Senior KPK itu masih cukup abu-abu.

Bahkan, ia menyebut bahwa pernyataan mantan anggota Polri itu justru makin menimbulkan polemik di masyarakat.

Dikhawatirkan, hal itu akan memicu sentimen negatif terhadap pemerintah.

“Sebaiknya beliau jangan terus berpolemik dan menggiring masyarakat berprasangka buruk terhadap pemerintahan saat ini, khususnya penegakan hukum di Indonesia,” tegasnya,

Atas dasar itu, pihaknya meminta Novel Baswedan agar fair dalam menghadapi kasus yang juga disangkakan terhadap dirinya.

Yaitu dugaan penganiayaan yang menyebabkan adanya korban jiwa saat masih bertugas di Bengkulu tahun 2004 silam.

“Beliau juga harus fair, kasusnya saya dengar juga belum selesai itu,” katanya.

“Berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan Bengkulu beserta barang bukti kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap pencuri sarang burung walet,” pungkas Upay.