PPDB Tahun 2020, KPAI Terima 15 Aduan yang Didominasi Masalah Teknis

PPDB 2019
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tahun 2020 yang diterapkan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya sistem zonasi tersebut untuk memberi layanan akses yang berkeadilan bagi masyarakat serta upaya pemerataan mutu pada semua satuan pendidikan.

“KPAI mengapresiasi pemerintah terkait kebijakan PPDB sistem zonasi. Kebijakan Zonasi Sejalan dengan kepentingan terbaik bagi anak,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyanti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6).

Retnoh menambahkan, selama PPDP berjalan, pihaknya menerima beberapa penganduan


Berdasarkan wilayah tempat pengaduan yang dilaporkan terbanyak dari Jakarta, Banten, Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

“Pengaduan didominasi masalah teknis, yaitu mencapai 10 kasus (66,66%) dan pengaduan terkait kebijakan sebanyak 5 kasus (33,33%) dari total pengadu,” ungkapnya.

Selain itu, permasalahan lain yang diadukan yaitu keberatan usia pendaftaran menjadi salah satu indikator seleksi PPDB di DKI Jakarta, juga protokol kesehatan Covid-19 tidak diterapkan ketat.

“Orang tua dan panitia tidak mengenakan masker dan tidak jaga jarak seperti di di Padang Sidempuan; Keluarga inti yang diisolasi di RS Covid Wisma Atlit Jakarta kebingungan mendaftar karena seluruh berkas anaknya ada di rumah, sementara mereka sekeluarga diisolasi di RS,” ungkapnya.

(fir/pojoksatu)