Risma Diingatkan jangan Guyonan lagi, Corona di Surabaya Berpotensi jadi Wuhan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto @BanggaSurabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto @BanggaSurabaya

Atas alasan itu, dia meminta kepala daerah tidak lagi menganggap masalah ini sepele.


Ubedilah tidak ingin ada lagi kelakar seperti yang pernah dilontarkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di awal sebaran corona.

Kala itu, dengan enteng Risma menanggapi peringatan bahwa wilayahnya masuk zona merah.

Risma menyebut Surabaya memang zona merah, hal itu mengacu pada kemenangan PDIP selama bertahun-tahun di wilayah tersebut.


Dalam situasi yang makin membahayakan itu, sambungnya, sebaiknya respon elit lokal seperti Walikota Surabaya mesti ekstra hati-hati.

“Hindari narasi yang bernada kelakar atau menyepelekan,” tegasnya.

Ubedilah menilai, kelakar yang disampaikan Risma pada pertengahan Maret lalu itu terlalu berlebihan dan terlalu politis di tengah pandemik Covid-19.

“Jadi soal zona merah Surabaya dikelakari sebagai zona PDIP itu juga kelakar yang berlebihan, terlalu politis, dan tidak etis di tengah warga Surabaya yang sedang menghadapi situasi sulit,” pungkas Ubedilah.

(rmol/ruh/pojoksatu)