Tatanan Normal Baru di Jawa Barat Disertai Pengendalian COVID-19

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Berli Hamdani. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Total kapasitas pengetesan mencapai 5.838 spesimen per hari, tapi kemampuan pengetesan per hari berada di angka 2.999 spesimen atau 60 persen dari total kapasitas.


Kemudian, Pemda Provinsi Jabar konsisten menginventarisasi ruang isolasi dan perawatan COVID-19 tambahan di sejumlah daerah. Hal tersebut sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19.

“Tingkat hunian di fasilitas-fasilitas kesehatan pada 18 Mei kemarin, berkisar 32 persen. Berdasarkan data di tanggal 25 Mei, sudah turun menjadi 30 persen. Ini artinya yang dirawat atau perlu perawatan karena penyakit COVID-19 di Jabar mengalami penurunan. Sementara kapasitas rawat inap kita masih sangat luas dan sangat siap Insyaallah untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan risiko tadi,” kata Berli.

Berli menyatakan, tatanan normal baru harus juga disertai kedisiplinan masyarakat dalam menjaga jarak dan menggunakan masker, karena berkontribusi besar menghentikan rantai penularan dan mengendalikan COVID-19.


“Kenormalan baru ini akan berhasil menjadi sebuah budaya yang positif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, bukan hanya karena COVID-19, apabila masyarakat turut berperan serta dalam hal kedisiplinan. Jadi, disiplin menggunakan masker, dan disiplin melakukan physical distancing,” ucapnya.

(adv/dia/pojoksatu)