Kisah Tenaga Medis Lebaran di Ruang Isolasi Rawat Pasien Covid-19

Tenaga medis lebaran di ruang isolasi rumah sakit

POJOKSATU.id, LOMBOK – Pandemi virus Corona atau Covid-19 menyebabkan sebagian tenaga medis rumah sakit terpaksa harus lebaran di ruang isolasi merawat pasien Corona.


“Kami lebaran di sini saja. Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin,” demikian kalimat yang tertulis di dua lembar kertas putih yang diperlihatkan oleh tenaga medis RSUD dr Raden Soedjono Selong Lombok Timur, Minggu (24/5/2020).

Ucapan itu disampaikan dari ruang isolasi RSUD dr Raden Soedjono Selong. Tenaga medis tersebut tidak mengenakan baju lebaran, melainkan hazmat atau alat pelindung diri (APD).

Direktur RSUD Selong, dr Tantowi Jauhari mengatakan, poto itu di-share tenaga medis dengan tujuan menegaskan kembali bahaya Covid-19.


“Mereka juga ingin lebaran di rumah bersama keluarga. Tapi tak bisa karena harus menjalankan tugas merawat pasien Covid-19,” ujar Tantowi pada Lombok Post Minggu (24/5).

Mereka yang harus lebaran di ruang isolasi sengaja menyampaikan pesan tersebut ke masyarakat.

Mereka berharap agar masyarakat sadar dan bersama-sama menaati semua imbauan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus yang berasal dari Cina tersebut.

Tantowi menjelaskan, tim Covid-19 RSUD Selong berjumlah 14 orang. Ditambah tenaga cadangan 12 orang. Mereka bertugas selama 24 jam dengan pembagian shift pagi, siang, dan malam.

“Tentu ini tidak mudah bagi para tenaga medis. Karena itu kita semua berharap masyarakat menyadari hal tersebut,” pintanya.

Di ruang isolasi Covid-19 anak, seorang perawat malah menulis ucapan yang ditambahkan sebuah candaan.

Dalam lembaran kertas yang dipegangnya, tertulis sebuah pernyataan yang meminta orang tidak takut pada pakaian hasmatnya.

“Kostum saya memang sangar, tapi jangan gentar untuk datang melamar. Walaupun modal standar, nanti keburu cinta ini pudar. Aku akan terima dengan tegar,” tulisnya.

Menurut Tantowi, guyonan semacam itu dipahami dengan baik sebagai sebuah cara untuk menghilangkan ketegangan para tenaga medis. Karena akan sangat berbahaya jika tenaga medis stres karena kelelahan.

Kata Tantowi, untuk itu, ia juga memastikan insentif para tenaga medis sudah diterima. Mulai dari insentif Maret dan April dengan besaran sesuai surat edaran menteri keuangan.

Selain tenaga medis, yang terpaksa lebaran di ruang isolasi Covid-19 RSUD Selong adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang berjumlah 24 orang. Delapan di antaranya positif Covid-19.

(tih/r2/lombokpos)