Ini Hasil Tabayyun MUI Soal Seruan Rapid Test Ulama Agenda PKI, Panduan Biar Tak Mudah Terprovokasi

Perbandingan kepala surat resmi MUI dan selebaran rapid test ulama yang beredar. ft/MUI
Perbandingan kepala surat resmi MUI dan selebaran rapid test ulama yang beredar. ft/MUI

Fakta-fakta di atas bisa jadi acuan bagi masyarakat Indonesia jika di kemudian hari kembali menemukan selebaran atau surat serupa.

Diberitakan sebelumnya, beredar selebaran yang menyerukan ulama, kyai dan ustadz di seluruh Indonesia untuk menolak rapid test Covid-19 massal.

Dalam selebaran itu, disebutkan bahwa rencana test corona massal itu merupakan modus operandi dari Partai Komunis Indonesia (PKI) atas perintah negara komunis Tiongkok untuk menghabisi para tokoh agama Islam baik di Indonesia maupun di negara muslim lain.

BACA JUGA: Beredar Seruan Waspada Rapid Test Massal untuk Habisi Ulama Indonesia, Ini Penjelasan MUI

Oleh karena itu, para ulama diminta agar menolak rapid test yang kelihatannya baik tapi di dalamnya ada misi yang sangat jahat dan licik.

Masih dalam selebaran itu, disebutkan bahwa jika ulama, kyai dan ustadz itu melakukan rapid test maka akan dinyatakan positif Covid-19. Lalu dikarantina dan disuntik dengan dalih pengobatan. Padahal itu suntikan racun untuk membunuh para tokoh Agama Islam.

Surat edaran itu, memiliki kepala surat Majelis Ulama Indonesia, yang tampak jelas berbeda dengan penjelasan Infokom MUI di atas. Dengan alamat kantor di Jalan Proklamasi No.51, Menteng, Jakarta Pusat.

Selebaran tentang modus rapid test massal terhadap ulama yang dipastikan MUI adalah hoaks.

“Kami serukan bahwa rencana Test Corona ini adalah modus operandi dari PKI atas perintah Negara Komunis China untuk menghabisi para tokoh agama Islam baik di Indonesia maupun di Negara Muslim lain,” bunyi petikan salah satu kalimat dari surat tertanggal 3 April 2020.

Sekertaris Jenderal MUI, Anwar Abbas menegaskan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan surat tersebut. Dia pun memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

“Berita hoaks,” kata Sekjen MUI, Anwar Abbas dikutip Pojoksatu.id dari Jawa Pos, Senin (25/5/2020).

Anwar menekankan, MUI tidak pernah mengeluarkan selebaran tersebut. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk tidak percaya akan surat selebaran dan menelan mentah-mentah pernyataan dalam selebaran tersebut.

“Karena dipastikan disebar oleh orang tak bertanggung jawab yang mencatut nama MUI. Masyarakat diminta bisa tetap tenang,” tegas Anwar.

Download aplikasi PojokSatu.id, klik di sini

(fat/pojoksatu)

Loading...