Modus! Mobil Ambulans Angkut Pemudik dari Bali ke Jember, Eh Terciduk Polisi

Ilustrasi mobil ambulans
Ilustrasi mobil ambulans

POJOKSATU.id, BALI – Larangan mudik membuat pemudik tak leluasa pulang ke kampung halaman merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

Beberapa pemudik terpaksa naik tronton pulang kampung agar bisa lolos dari pemeriksaan aparat. Bahkan, ada yang menggunakan mobil ambulans.

Di Bali, pemudik memanfaatkan mobil ambulans untuk pulang ke Jember, Jawa Timur. Namun modus itu ketahuan oleh polisi.

Akhirnya, mobil ambulans tersebut terciduk polisi dan dipaksa untuk putar balik. Sebab, di dalam mobil ambulans itu tidak ditemukan orang sakit.

Mobil ambulans dari komunitas info Warga Jember Ambulance Korwil Bali yang diduga mengangkut pemudik diminta putar balik di Pos Sekat Selabih, Tabanan, Bali.

Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wila Indrayani seperti dikutip Jawapos dari Antara di Denpasar membenarkan bahwa pihaknya meminta sopir mobil ambulans itu untuk putar balik.

”Karena tidak ada surat-suratnya, kami minta putar balik,” kata Wila Indrayani pada Sabtu (23/5) malam.

Wila Indrayani mengatakan, beradasarkan keterangan dari sopir ambulans tersebut, dia menerima telepon dari seseorang untuk meminta bantuan, kemudian si penelepon menunggu di depan klinik daerah Tabanan Bali untuk diantar ke Kabupaten Jember, Jawa Timur.

”Setelah dapat telepon, sopir ambulans itu langsung menjemput orang yang mengaku sakit. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium klinik di Tabanan menunjukkan bahwa orang tersebut dalam keadaan sehat,” ujar Wila Indrayani.

Selain itu, dari hasil pengecekan dalam mobil ambulans, lanjut dia, tidak ada pendampingan dari tenaga medis dan peralatan medis.

”Petugas di Pos Sekat Selabih lantas memerintahkan ambulans tersebut untuk putar balik karena perjalanannya tidak dilengkapi surat rujukan dan kelengkapan surat keterangan jalan,” ujar Wila Indrayani.

Pihak yang menelepon sopir ambulans itu, kata dia, adalah seorang perempuan bersama anaknya yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.

”Saat dilakukan pengecekan, sempat ada penolakan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dan pengertian bagaimana prosedur penanganan Covid-19 dan bagaimana aturan mudik, ambulans itu langsung balik kanan,” kata Wila Indrayani.

(one/pojoksatu)