Tengku Zulkarnain Dituding Provokasi Umat, Suruh Santri Cari Satpol PP yang Pukul Habib Umar Assegaf

Tengku Zulkarnain
Tengku Zulkarnain

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wasekjen MUI, Ustaz Tengku Zulkarnain dituding provokasi umat karena menyuruh para santri untuk mencari Satpol PP yang memukul Habib Umar Assegaf.

Utsaz Tengku Zul juga meminta para guru dan kaum muslimin di Bangil turun tangan mencari oknum Satpol PP tersebut dan melaporkan ke polisi.

“Wahai para Santri Peantren di Bangil. Wahai para Guru Pesantren di Bangil. Wahai Kaum Muslimin di Bangil. Tidak bisa kah kalian mencari Satpol PP yang meninju dan menendang Habib Umar Assegaf Bangil? Serahkan ke polisi dan proses hukum. Kemana harga diri kita dan ulama kita?,” kata Tengku Zulkarnain di akun Twitternya.

Menanggapi hal itu, Ustaz Abubakar Assegaf meminta Tengku Zulkarnain tidak memprovokasi umat untuk mencari anggota Satpol PP yang memukul Habib Umar Assegaf.

“Dengan sgl hormat, Almukarrom Kh Tengku Zullarnain. Mohon jangan memprovokasi ummat di penghujung Bulan suci ini. Pihak aparat sedang mengupayakan “Islah” & menempuh cara terbaik menyelesaikan masalah ini. Jazaakallahu khoiro wa Baarakallahu lakum. Salam hormat saya utk antum,” kata Abubakar Assegaf melalui akun Twitternya, Jumat (22/5/2020).

Ia menyebut Habib Umar Assegaf akan berbesar hati untuk memaafkan oknum Satpol PP.

“Kalau memang oknum Satpol PP itu bersalah, saya yakin Habib Umar Assegaf, sebagai seorang Sayyid akan berbesar hati memaafkannya. Karena itulah Akhlaq para saadah yg mulia. Kita sdh cukup menghadapi banyak masalah, jangan ditambah2 lg dg masalah2 baru. Kasian Ummat,” tandasnya.

Cuitan Abubakar Assegaf menuai pro kontra. Seorang warganet meminta Abubakar mencabut kata ‘provokasi’. Sebab, Ustaz Tengku Zul bukan memprovokasi.

“Ust @abubakarsegaf, ust @ustadtengkuzul bukan memprovokasi tapi mendesak agar pelaku segera diserahkan ke pihak hukum. Mhn ust @abubakarsegaf mencabut kata memprovokasi tsb. Gus Hope,” kata @theJuTuAm.

“Baik saya cabut. Dibawah sdh saya jelaskan masalah ini sedang dalam proses. Bisakah polemik & perdebatan antar netizen dihentikan? & yg tdk tau persoalannya stop komen. Mohon maaf jika ada tweet sy yg dianggap menyinggung salah satu pihak. Baarakallahu lana wa lakum,” jawab Abubakar Assegaf.

(one/pojoksatu)