Sebanyak 12.308 Kendaraan Melintas di Delapan Titik Penyekatan di Jatim

Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 12.308 kendaraan melintas di delapan titik penyekatan. Hal ini disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran.

Dijelaskan, pos penyekatan disiapkan petugas gabungan untuk mencegah gelombang arus mudik masuk ke Jatim guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ada delapan titik penyekatan sebagai pintu masuk wilayah Jawa Timur yang dipantau petugas gabungan. Yakni, petugas dari Pemprov Jatim bersama Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

“Sejak larangan mudik berlaku sampai kini, dari delapan titik penyekatan pintu masuk wilayah Jawa Timur, telah ada sebanyak 12.308 kendaraan yang melintas, baik yang dilakukan tindakan pemeriksaan maupun putar balik,” ujar Fadil seperti dilansir dari Antara.

Fadil Imran menuturkan, mayoritas kendaraan yang melintas adalah kendaraan pribadi, baik kendaraan yang diminta putar balik ke daerah asal ataupun yang diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Terdapat dua hal yang diperhatikan dalam penyekatan pemudik di titik tersebut. Jika pemudik yang melintas tersebut memiliki KTP Jawa Timur, yang bersangkutan akan diperiksa kesehatan dan bisa melanjutkan perjalanan.

“Sedangkan, jika pemudik tidak memiliki KTP Jatim, diminta untuk putar balik ke daerah asal,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemprov Jatim bekerja sama dengan Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya telah melakukan penyekatan di delapan titik pintu masuk wilayah Jawa Timur untuk mencegah gelombang arus mudik dari daerah Jabodetabek yang merupakan zona merah persebaran Covid-19.

Penyekatan itu juga bagian dari tindak lanjut kebijakan larangan mudik yang berlaku 24 April hingga 31 Mei. Delapan titik penyekatan masuk Jawa Timur tersebut terdapat di perbatasan Pacitan-Wonogiri, Ponorogo-Wonogiri, Magetan-Karanganyar, Ngawi-Sragen, Bojonegoro-Cepu, Tuban-Rembang, serta pintu tol Ngawi dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

(jpc/pojoksatu)