Presiden Jokowi Lucu dan Naif, Dikira Corona Bisa Diajak Kompromi

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas melalui daring, Selasa (24/3/2020). Foto Setkab
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas melalui daring, Selasa (24/3/2020). Foto Setkab

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tiga tokoh besar nasional berurutan melontarkan kritik atas kebijakan Presiden Jokowi dalam penanganan wabah corona atau Covid-19.

Setelah KH Said Aqil Sirodj dan Din Syamsuddin, terbaru, kritik dilontarkan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla
(JK).

Kritik dua kali sosok yang pernah menjabar Wapres itu dinilai mewakili perasaan rakyat Indonesia saat ini.

Demikian disampaikan analis politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira kepada RMOL, Kamis (21/5/2020).

“Sekilas (kritikan JK) memang tampak rasional dan mewakili sebagian besar masyarakat Indonesia dengan pendapatnya yang sangat rasionallah,” ucap Geradi.

Geradi menekankan, Covid-19 adalah sesuatu yang tidak bisa diukur cara mengalahkannya.

Selain itu, juga tidak diketahui sampai kapan virus asal Kota Wuha, China, itu bakal terus menjangkiti.

Tak hanya itu, juga tidak pernah diketahui kapan antivirus atau senjata untuk melawan corona.

“Maka dari itu, sampai sekarang pun saya pikir Pak JK juga menilai itu,” tekan dia.

Geradi menilai, bahwa pemerintah tidak memiliki sebuah strategi yang jelas untuk mengalahkan Corona ini dengan cara apa pun.

“Justru yang terjadi sekarang adalah mau melonggarkan PSBB,” jelas Geradi.

Berita Terkini