Demokrat Makin Jengkel: Pak Presiden, Kita Ini Sedang Perang Lawan Covid, tapi Kau Bunuh Kami, Janganlah Begitu

Presiden Jokowi. Foto Setneg
Presiden Jokowi. Foto Setneg

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat Indonesia agar berdamai dengan virus corona baru (Covid-19).

Pada saat yang hampir bersamaan Gugus Tugas penanganan Covid-19, Kamis (21/5) menyatakan penambahan kasus tertinggi sejak 3 bulan terakhir yakni 973 kasus.

Hingga saat ini jumlah total kasus sebanyak 20.162 orang, dan 1.278 orang akhirnya meregang nyawa. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Muhammad Rifai Darus mengaku heran dengan Presiden Joko Widodo yang nampak gamang dan ragu dalam menangani pandemik Covid-19.

Dengan satire, MRD -sapaan akrabnya- menyebutkan bahwa seorang pemimpin seharusnya langsung menyiapkan diri untuk berperang saat musuh datang. MRD menegaskan bahwa saat ini wabah Covid-19 sudah jelas di depan mata dan menjadi musuh bersama.

“Ketika suara keras itu terdengar “Musuh telah datang, Peperangan Dimulai” Maka siapapun pasti langsung menyiapkan diri agar tidak terluka apalagi mati dalam peperangan itu,” sindir Mantan Ketua Umum DPP KNPI, Kamis malam (21/5).

Dalam kondisi seperti saat ini, perlu kewaspadaan dari seluruh elemen bangsa.

Namun demikian, jika tidak ada komando yang tegas maka yang terjadi justru akan memberburuk dampak pandemik Covid-19.

“Ketika pasukan berada dalam kewaspadaan yang sempurna, namun panglima perang tak berikan komando secara tegas, maka kehancuran akan dialami,” tandas Putra Papua ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Review ini mengingatkan Presiden Jokowi bahwa saat ini negara ini berperang dengan Covid-19.

Ia mewanti-wanti jangan sampai rakyat justru dikorbankan karena ketidaktegasan dalam menghadapi pandemik global yang sudah menghilangkan ratusan ribu nyawa di berbagai belahan dunia.

“Kita sedang perang tuan, Jangan bunuh kami pasukanmu hanya karena engkau ragu dalam berteriak!,” tegasnya.

(sta/rmol/pojoksatu)

Berita Terkini