Cuma Pakai Celana dalam, Kakek di Probolinggo Ngamuk Dobrak Pintu, Ini Pasien Corona atau Pasien RSJ?

Seorang kakek berstatus PDP di Probolinggo mengamuk di ruang isolasi.
Seorang kakek berstatus PDP di Probolinggo mengamuk di ruang isolasi.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi seorang kakek yang merupakan pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19 di Probolinggo mendadak viral di media sosial. Ia mendobrak pintu karena tak mau diisolasi.

PDP tersebut diketahui dirawat di ruang perawatan Melati 3C, RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. Merasa tak bersalah, si kakek memprotes karena dimasukkan ke ruang isolasi hingga mengamuk, membuka paksa pintu yang dijaga dua perawat.

Video berdurasi 23 detik itu salah satunya diunggah akun Twitter @afifhasbullah. Dua perawat lengkap dengan pakaian hazmat tak mampu mempertahankan pintu dari tarikan si kakek.

Setelah pintu terbuka, muncullah si kakek dengan hanya mengenakan celana dalam, pakai kopiah. Sementara sarung dan baju diletakkan di pundaknya.

Kakek itu kemudian keluar sambil teriak dengan bahasa daerah. “Jek reng engkok tak sala. Mak ekancenge labang (Padahal saya tidak salah, kok dikunci pintunya),” kata kakek itu sambil marah-marah.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop

Video kakek yang mengamuk di Probolinggo itu mendapat tanggapan beragam dari netizen.

“Wkwkwk..ini pasien Korona atau pasien RSJ..?” komentar @humaira679.

“Haduh suntik tidur ajah orang kayak dia..huft,” timpal akun @Arianggara__.

“Kakek bengal,” komentar netizen lainnya, @sitris_putra.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Anang Budi Yoelijanto membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kakek itu merupakan PDP asal Kecamatan Wonomerto.

“Tapi sekarang sudah tertangani dan berhasil diamankan. Ada miskomunikasi saja. Dia berada dalam pengawasan kami,” kata Anang, Jumat (8/5/2020), dikutip dari Kompas.com.

Anang menambahkan, PDP itu merupakan pasien rujukan dari RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dengan riwayat darah tinggi.

“Dua kali dilakukan rapid test, non-reaktif. Hanya saja dalam rujukan itu hasil rontgen, ada infeksi. Dia akan ditempatkan di puskesmas untuk observasi,” ujar Anang.

Download aplikasi PojokSatu.id, klik di sini

(fat/pojoksatu)