Buka Transportasi, Menhub Bikin Bingung, Bupati Ngawi Teriak: Semakin Ruwet

Menhub Budi Karya Sumadi (tengah)/ Jawapos.com
Menhub Budi Karya Sumadi (tengah)/ Jawapos.com

Dan bisa saja membuat kendor pihak daerah yang sudah menerapkan protokol pencegahan.

Menurutnya, pengaturan moda transposrtasi di tengah wabah Covid-19 sedari awal sudah jelas.

“Bagi kendaraan logistik sembako, BBM, maupun kendaraan paramedis itu yang dikecualikan dan bisa melintas sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020 merupakan penjelasan teknis Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idulfitri 1441 H Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid 19.


Dalam surat edaran itu, diatur setidaknya tiga penjelasan kreteria orang yang boleh menggunakan moda transportasi.

Pertama, orang-orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan kegiatan seperti pelayanan percepatan penanganan Covid-19.

“Pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar dan pelayanan fungsi ekonomi penting,” kata Pratikno dalam keterangan tertulisnya.

Kriteria kedua, lanjut Pratikno, adalah perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat.