IPW Nilai Kapolri Langkahi Wewenang Presiden Angkat Boy Rafli Sebagai Kapala BNPT

Kapolri Jenderal Idham Azis

POJOKSATU.id, JAKARTA-  Kapolri Jendral Idham Aziz telah menunjuk Irjen Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT. Penunjukkan itu sesuai dengan TR Kapolri bernomor ST/1377/V/KEP./2020.

Menganggapi hal itu, Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane menilai penunjukan Irjen Boy Rafli Amar sebagai Kepala BNPT merupakan tindakan melampaui wewenang Presiden Jokowi.

“TR pengangkatan Boy Rafli sebagai Kepala BNPT itu harus segera dicabut dan dibatalkan,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5).

Menurut Neta, berdasarkan Perpres Nomor 46 Tahun 2010 tentang BNPT disebutkan bahwa pengangkatan Kepala BNPT adalah wewenang Presiden.


Bahkan, presiden juga punya wewenang untuk memperpanjang masa jabatan Kepala BNPT.

“Lalu kenapa Kapolri melakukan intervensi terhadap kewenangan presiden dan terkesan terburu buru hendak mencopot Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. Ada apa dengan Kapolri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memutasi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Suhardi Alius serta ratusan perwira tinggi dan menengah Polri lainnya.

Suhardi yang dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bareskrim Polri akan digantikan oleh Irjen Boy Rafli Amar yang sebelumnya menjabat sebagai Wakalemdiklat Polri.

(fir/pojoksatu)