Tengku Zulkarnain Pertanyakan Tas Sembako Jokowi Pakai Lambang Bintang, Kenapa Bukan Garuda?

Tas sembako Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain mempertanyakan tas pembungkus sembako bantuan Presiden Jokowi yang menggunakan lambang bintang.


Menurut Tengku Zul, seharusnya tas berwarna merah putih itu menggunakan lambang Garuda Pancasila, bukan bintang.

“Ada yg bisa jelaskan kenapa bungkus paket sembako “Bantuan Presiden” melawan Covid 19, lambangnya bukan Garuda Pancasila,” kata Tengku Zul.

“Kenapa pakai lambang BINTANG? Ada yg bisa jelaskan kenapa dan apa alasannya? Bagaimana pak @jokowi. Terimakasih,” tambahnya.


Tengku Zul mengatakan, tas sembako yang dibagikan kepada masyarakat seharusnya bertuliskan bantuan pemerintah, bukan bantuan presiden.

“Bukankah sebaiknya dituliskan BANTUAN PEMERINTAH, dan lambangnya lambang Pemerintah Indonesia Burung Garuda?,” tandas Tengku Zul.

Sebelumnya, tas sembako Jokowi ini jadi sorotan. Pasalnya, gara-gara tas tersebut, pendistribusian sembako sempat mengalami keterlambatan.

Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengakui bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako untuk warga terdampak virus corona (Covid-19) sempat tersendat. Hal itu dikarenakan harus menunggu tas pembungkus untuk mengemas paket sembako.

Juliari menyebut tas itu belum tersedia karena pemasok bahan mengalami kesulitan import bahan baku. Sehinggga menyebabkan distribusi bansos terkendala meski paket sembako sudah tersedia.

“Awalnya iya (tersendat) karena ternyata pemasok-pemasok (tas) sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus impor,” kata Juliari kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Juliari menegaskan bahwa saat ini produksi tas kemasan tersebut sudah lancar. Dia mengaku telah mengajak perusahaan lain untuk membuat tas kemasan sehingga diharapkan distribusi paket sembako kedepannya tidak terganggu.

(one/pojoksatu)