Setelah Jamu Corona Impor dari China Disentil, Satgas Lawan Covid-19 DPR: Belum Semua Produsen Siap

Anggota Komisi IX DPR, Nabil Haroen. Foto JPNN
Anggota Komisi IX DPR, Nabil Haroen. Foto JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Lawan Covid-19 DPR RI membantah obat herbal untuk pasien positif corona di Indonesia diimpor dari China.

Demikian disampaikan Deputi Logistik Satgas Lawan Covid-19 DPR, Nabil Haroen dalam klarifikasinya, Selasa (28/4/2020).

Hal itu menanggapi protes Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia.

Padahal, obat serupa sejatinya bisa diproduksi oleh produsen jamu tradidional di tanah air.

“Kami berkolaborasi dengan sebanyak mungkin pihak untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini di tengah krisis akibat virus corona,” kata Nabil.

POlitisi PDIP ini menjelaskan, jamu bernama Herbavid19 itu bahan-bahanya didapat dari dalam negeri dan sebagian kecil lainnya impor.

“Ada sebelas bahan yang digunakan untuk produksi. Delapan dari lokal, tiga bahan impor. Karena memang tidak ada di Indonesia,” jelasnya.

Bahan-bahan tersebut kemudian diracik dengan memenuhi stadar keseharan internasional.

Anggota Komisi IX DPR ini menambahkan, Satgas Lawan Covid-19 DPR RI juga terus bekerja sama dengan beberapa perajin jamu tradisional atau herbal untuk uji coba pembuatan produk.

Loading...