Joko Wibowo: Cukup Jenazah Istri Saya yang Ditolak, Rasanya Pahit Dan Getir

Joko Wibowo di acara Mata Najwa

Istri Joko Wibowo, Nuria diketahui tertular Covid-19 ketika bekerja di RSUD dr. Kariadi, Semarang. Ketika itu, Nuria masuk kerja shift siang untuk merawat pasien.


Pada tanggal 16 Maret, Nuria dirawat di ruang perawatan karena mengeluh demam dan pusing. Ia sempat berada di ruang perawatan biasa selama empat hari. Selanjutnya, Nuria dipindahkan ke ruang isolasi karena mengeluh sesak nafas.

Dokter kemudian melakukan beragam tes ke Nuria. Dimulai dari tes swab, rontgen hingga pengambilan darah.


“Setelah dirawat selama tiga hari di sana, saya dikabarkan istri sudah tiada,” tutur Joko lirih.

Jenazah Nuria kemudian dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwarak, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang untuk dimakamkan pada hari Kamis (9/4).

Namun sebelum tiba di pemakaman, mobil ambulans yang membawa jenazah Nuria justru dihadang warga. Mereka menolak jenazah Nuria untuk dimakamkan di TPU Siwarak.

“Memang tinggal di Susukan, keluarga besar dimakamkan di Sewakul, jadi minta di sebelah bapaknya, ada penolakan,” kata Humas Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan.

(one/pojoksatu)

Kojop, browser anti blokir sudah bisa diunduh di Play Store. Klik bit.ly/kojop