Joko Wibowo: Cukup Jenazah Istri Saya yang Ditolak, Rasanya Pahit Dan Getir

Joko Wibowo di acara Mata Najwa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Joko Wibowo tak pernah menyangka jenazah istrinya, Nuria Kurniasih ditolak warga saat hendak dimakamkan.


Nuria Kurniasih adalah perawat di RSUD dr Kariadi Semarang. Nuria meninggal akibat terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Ia terpapar dari pasien yang dirawatnya.

Joko Wibowo mengatakan, tiga anaknya sempat trauma lantaran jenazah ibu mereka ditolak warga. Padahal, ibu mereka meninggal karena merawat pasien Corona.


Tiga anak Nuria Kurniasih masih duduk di kelas 1 SMA (16), kelas V SD (11) dan kelas III SD (9).

“Awalnya sempat stres, trauma ya, ibunya seperti itu, sudah merawat pasien, sampai dia mengorbankan diri, meninggal, tentu trauma,” kata Joko dalam program acara Mata Najwa, Rabu malam (15/4).

“Tapi saya sebagai orang tua terus mengedukasi sehingga bisa menerima bahwa manusia itu adalah sekadar untuk hidup di dunia, Tuhan yang menentukan. Akhirnya anak-anak bisa menerima,” tambahnya.

BACA: Nursyamsurya Nangis di Mata Najwa, Setiap Hari Tangani Jenazah Covid-19

Joko yang juga berprofesi sebagai perawat ini berharap cukuplah istrinya yang ditolak jenazahnya. Sebab, rasanya pahit dan getir.

“Mudah-mudahan ini terkahir yang terjadi pada istri saya, karena benar-benar rasanya pahit, rasanya getir melihat penolakan seperti itu,” kata Joko.

Joko juga berharap agar anak-anaknya tidak dikucilkan oleh teman-temannya saat masuk sekolah nanti.

“Saya berharap di kemudian hari, anak-anak kami tidak diisolasikan lagi. Artinya anak-anak ini masih kecil, nanti ketika dia masuk sekolah jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, dikucilkan oleh teman-temannya,” katanya.

“Mudah-mudahan anak-anak saya dapat melanjutkan pendidikan yang lebih baik tanpa ibu di sampingnya,” pungkasnya.