Kelewatan! Perawat di RS Jateng Meninggal Karena Positif Corona, Jenazahnya Ditolak Warga

Ilustrasi Covid-19.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ada lagi kejadian penolakan jenazah korban virus corona. NK, perawat Rumah Sakit Karyadi Semarang, Jawa Tengah, meninggal dunia karena terpapar virus corona.


Selama hidupnya ia mengabdikan diri untuk merawat pasien virus corona, namun saat ini jenazahnya ditolak di dua lokasi pemakaman di Ungaran, Jawa Tengah. Penolakan tersebut ramai di media sosial.

Ibunda almarhumah sampai menangis memohon agar anaknya diperbolehkan dimakamkan di wilayah itu.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mendesak pemerintah dan aparat kepolisian agar menangani penolakan pemakaman jenazah NK, secara hukum.


“Mendesak kepada aparat hukum untuk mengusut tuntas kejadian penolakan, stigmatisasi, kriminalisasi yang menimpa almarhum perawat NK yang ditolak pemakaman jenazahnya,” ujar Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhilah, dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4).

PPNI meminta pemerintah, Polri, dan TNI menjamin keselamatan, keamanan, serta menjaga harkat martabat profesi perawat dalam menjalankan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah NKRI dalam menghadapi wabah virus Corona.

Harif menilai masyarakat yang menolak jenazah NK telah melawan hukum dengan memberikan stigma negatif dan diskriminasi kepada koleganya.

Padahal, kata Harif, NK adalah seorang perawat yang berjuang di garis depan melawan wabah virus Corona. NK wafat kemarin pagi, Kamis (9/5).

Saat mendapat penolakan dari dua tempat pemakaman, jenazah NK sempat dikembalikan ke Kamar Jenazah RS Karyadi Semarang.

Jasad NK akhirnya baru bisa dikuburkan malam tadi di kompleks pemakaman keluarga pegawai rumah sakit.

Menurut Harif penolakan jenazah perawat ini sangat tidak manusiawi. Terlebih jenazah NK sudah dirawat dan dipulasara sesuai prosedur.

“Jadi tidak beralasan untuk menolak, memberikan stigma negatif yang berlebihan kepada almarhum sejawat kami yang telah gugur sebagai pahlawan kemanusiaan,” ujarnya.

Atas peristiwa memprihatinkan ini, PPNI pun memasang pita hitam, sebagai tanda berkabung.

Pada salah satu komentar netizen di media sosial yang memposting video penolakan, tertulis:

“Miris atas sikap masyarakat itu. Tim medis tidak bisa menolak pasien corona, tetapi tim medis yang meninggal karena virus corona ditolak pemakamannya oleh masyarakat…”

(sta/rmol/pojoksatu)