Telegram Wabah Corona Dikritik, Kapolri Malah Nantang

Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: Jawa Pos
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Selama wabah corona atau Covid-19, Kapolri Jendral Idham Aziz mengeluarkan sejumlah telegram.

Salah satunya adalah Surat Telegram Nomor ST/1100/IV/HUK.7.1/2020 mengenai penegakan hukum terhadap penghina presiden dan pejabat negara.

Telegram tersebut mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak karena dianggap sebagai upaya menghalangi hak seseorang untuk berpendapat.

Menanggapi kritikan yang diarahkan kepadanya, Idham meresponnya dengan santai.

Menurutnya, kritik yang dilontarkan publik itu adalah sebuah hal yang wajar.

Mantan Kabareskrim ini menilai, setiap penegakan hukum bukan untuk memuaskan semua orang.

Artinya, ada yang dirugikan dan diuntungkan. Apabila tidak terima, masih ada prosedur hukum yang bisa ditempuh.

“Pro kontra itu hal yang biasa. Para tersangka juga punya hak untuk mempraperadilan-kan Polri,” ujar Idham dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

Berita Terkini

Donald-Trump

Perang Twitter

Twitter akan melawan dekrit presiden itu. Termasuk lewat pengadilan. Demikian juga Facebook dan YouTube.