Daftar ke Kemenkumham, Partai Gelora Besutan Fahri Hamzah Cs Disebut Bakal Sia-Sia, Cuma Gara-Gara PKS

Anis Matta, Mudzakkir Ali Djamil, Fahri Hamzah.
Anis Matta, Mudzakkir Ali Djamil, Fahri Hamzah.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai Gelora telah resmi mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM sebagai partai politik yang baru didirikan.

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS) Ubedilah Badrun menilai, mendirikan partai politik di negara demokrasi seperti Indonesia tidak ada larangannya asal memenuhi syarat termasuk Anies Matta dan Fahri Hamzah.

Namun, analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menilai adanya masalah yang tidak mudah saat situasi seperti ini untuk mendirikan partai.

Apalagi kata Ubedilah, pendiri partai politik merupakan wajah lama yang berasal dari partai yang sudah ada.

Pendiri partai yang berasal dari wajah lama kata Ubedilah pun biasanya akan berhasil jika partai lama tersebut citranya sedang buruk.

“Tetapi partai lama yang ditinggalkan Anis Matta dan Fahri Hamzah yaitu PKS citranya sedang naik daun. Sebab PKS pada Pemilu 2019 mendapat suara 11.493.663 atau 8,21 persen suara. Sementara, perolehan suara partai ini pada 2014 sekitar 6,79 persen atau 8.480.204 suara,” ucap Ubedilah Badrun, Rabu (1/4).

Sehingga, Ubedilah menilai apa yang dilakukan oleh Anies Matta dan Fahri Hamzah akan sia-sia.

“Jadi apa yang dikerjakan Anis Matta dan Fahri Hamzah bisa sia-sia. Apalagi jika Partai Gelora ini tidak ada diferensiasinya,” kata Ubedilah.

Namun demikian sambung Ubedilah, ambisi Anis Matta dan Fahri Hamzah harus diberi kesempatan lantaran membuat partai baru yang memiliki pengurus daerah di 34 Provinsi merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

“Dan itu artinya membutuhkan dana yang sangat besar agar punya cabang di tingkat kabupaten dan kecamatan agar bisa ikut pemilu pada 2024 mendatang,” jelas Ubedilah.

Karena kata Ubedilah, membuat partai yang bisa ikut Pemilu membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Maka dapat diasumsikan Anis Matta, Fahri Hamzah dkk memiliki financial capital yang besar. Kalau kekayaan mereka terbatas maka memungkinkan adanya analisis bahwa ada pemilik modal besar dibelakang Partai Gelora,” pungkas Ubedilah.

(sta/rmol/pojoksatu)

Berita Terkini