Darurat Sipil, Novel PA 212: Pemerintahan Jokowi Makin Gak Waras

Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas yang salah satunya membahas soal mudik di tengah wabah COVID-19. Foto Setneg
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas yang salah satunya membahas soal mudik di tengah wabah COVID-19. Foto Setneg

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bamukmin angkat bicara terkait penerapan darurat sipil.


Menurutnya, dengan menetapkan darurat sipil, menunjukkan bahwa Pemerintahan Jokowi sudah semakin tidak waras dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi rakyat.

Demikian disampaikan Novel Bamukmin kepada PojokSatu.id melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2020).

“Darurat sipil? Pemerintah sudah semakin gak waras,” heran Novel.


Menurutnya, jika darurat sipil diberlakukan, maka pemerintah bisa berlaku semena-mena.

“Kalau darurat sipil mereka berlakukan, Presiden dan polisi bisa menangkapi siapa saja tanpa proses hukum,” kata Novel.

Kebijakan di tengah wabah COVID-19, sambungnya, berarti secara perlahan rakyat ditindas melalui kebijakan darurat sipil tersebut.

Harusnya, kata Novel, pemerintah fokus dalam memberikan jaminan kesehatan dari ancaman wabah virus asal Kota Wuhan itu.

“Jelas pemerintah mengambil kesempatan ini diduga untuk menindas rakyatnya dengan perlakuan darurat sipil,” yakin dia.

Sebaliknya, darurat sipil itu harusnya diganti dengan kebijakan darurat kepemimpinan yang telah gagal mensejahterakan rakyatnya.

“Padahal yang darurat adalah kepemimpinan yang telah gagal mensejahtrakan rakyatnya. Ini kita lagi perang lawan wabah pak. Jangan rakyat yang diperangi,” tegas anak buah Habib Rizieq Shihab ini.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop