Genting Corona, Kapan Langkah Darurat Sipil Akan Diambil Jokowi? Jika Kebijakan Ini Diabaikan Banyak Orang

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas yang salah satunya membahas soal mudik di tengah wabah COVID-19. Foto Setneg
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas yang salah satunya membahas soal mudik di tengah wabah COVID-19. Foto Setneg

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kebijakan rencana penerapan darurat sipil dalam menangani penyebaran wabah corona disebut merupakan jalan terakhir yang akan diambil.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan Presiden Jokowi mempertimbangkan darurat sipil adalah agar penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa berjalan efektif.

“Namun penerapan darurat sipil adalah langkah terakhir yang bisa jadi tidak digunakan dalam kasus covid-19,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2020).

Penerapan darurat sipil dilakukan jika kondisi masih saja tidak bisa terkendali setelah penegakan disiplin tegas PSBB terhadap rakyat.

Upaya-upaya persuasif tetap akan terus dilakukan demi benar-benar menekan penyebaran virus corona lebih meluas.

“Kebijakan PSBB dan physical distancing dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, lebih efektif agar memutus mata rantai persebaran covid-19,” jelasnya.

Diketahui dari data terkini penderita covid-19 yang dinyatakan positif sudah mencapai 1.414 kasus. Sementaran pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 75 orang.

Adapun pasien meninggal sudah mencapai sebanyak 122 orang.

(sta/pojoksatu)

Berita Terkini

Donald-Trump

Perang Twitter

Twitter akan melawan dekrit presiden itu. Termasuk lewat pengadilan. Demikian juga Facebook dan YouTube.