Penyebar Hoax Pendeta Meninggal karena Corona Ditangkap

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menunjukkan barang bukti berupa srenshoot video hoax pendeta meninggal akibat Corona. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.
Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menunjukkan barang bukti berupa srenshoot video hoax pendeta meninggal akibat Corona. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.

POJOKSATU.id, LAMPUNG – Penyebar hoax pendeta meninggal karena terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di RSUD Abdul Moeloek Lampung ditangkap polisi.


Pria penyebar hoax itu diketahui bernama Nirwan Setiawan (40). Dia menyebut bahwa pasien 01 yang dirawat di RSUD Abdul Moeloek Lampung tewas usai terjangkit Corona.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pelaku merupakan warga Jalan Bunga Sepatung, Kelurahan Perumnas Waykandis, Kecamatan Tanjung Senang, Bandarlampung.

“Pelaku diringkus pada pada Selasa (24/3) kemarin,” kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).

Pelaku ditangkap setelah Tim Cyber Patrol dari Subdit V Cybercrime Polda Lampung melakukan patroli media sosial.

Pada saat itu tim menemukan salah satu postingan video berdurasi 1 menit 20 detik disertai keterangan pendeta yang terkena Covid-19 meninggal dunia di RSUD Abdul Moeloek.

Masyarakat yang melihat unggahan ini pun dibuat resah. Karena itu, polisi langsung bertindak.

Petugas melakukan konfirmasi kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, guna memastikan kondisi pasien 01 yang sedang diisolasi.

Kepada polisi, Dinkes memastikan pasien 01 tersebut kondisinya baik, dan tengah mendapat perawatan.

“Setelah mendapatkan jawaban itu, tim pun langsung bergerak dan mencari keberadaan pelaku. Dan pelaku pun berhasil ditemukan lalu langsung diamankan,” jelas Zahwani.

Kepada petugas, pelaku mengaku hanya sebatas ingin menyampaikan informasi yang diterimanya kepada masyarakat.

Oleh karena itu, dia pun mengirim video hoax tersebut ke beberapa WhatsApp Grup (WAG).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 14 ayat (2) sebagaimana dimaksud dalam undang-undang Republik Indonesia (RI) Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia terancam pidana penjara 3 tahun.

(radarlampung)

loading...

Berita Terkini