Duh, Jenazah Pejabat Medan Ditolak Warga, “Kami Tidak Terima Corona di Sini”

Pemakaman Aspem Setdako Medan, Rabu (26/3/2020) malam. Foto : istmewa
Pemakaman Aspem Setdako Medan, Rabu (26/3/2020) malam. Foto : istmewa

POJOKSATU.id, MEDAN – Sekelompok warga menolak jebazah pejabat Medan dimakamkan di Pekuburuan Muslim, Jalan Brigjend Katamso, Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Sebagian warga tidak ingin jenazah Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Medan, Mussadad Nasution dimakamkan di tempat itu tadi malam, Rabu (25/3/2020).

“Kami warga gang Satria istirahat, tidak menerima mayat Corona,” ujar seorang warga dalam video yang dikutip Pojoksatu.id dari channel Youtube, Waspada ID, Kamis(26/3/2020).

“Tidak menerima Corona di sini,” tambah warga lainnya.

Meski ditolak sekelompok orang, jenazah Mussadad tetap dimakamkan. Petugas yang memakamkan tampak memakai alat pelindung diri (APD) yang biasa digunakan untuk menangani pasien Corona atau Covid-19.

Mussadad sendiri masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, sejak 23 Maret 2020.

Saat dilarikan ke rumah sakit, Mussadad mengeluhkan demam dan batuk.

“Iya, PDP. Masuk tanggal 23 Maret dengan kondisi demam. PDP karena ada riwayat perjalanan ke luar kota,” jelas Kasubbag Humas RSUP HAM Rossario Dorothy Simanjuntak, Rabu (25/3/2020) malam.

Meski PDP, Rossario mengatakan, Mussadad belum dipastikan apakah positif atau negatif Covid-19. Sebab, hasil laboratorium dari Litbang Kemenkes terhadap swab Mussadad belum keluar.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, Mussadad sempat ke Jakarta ikut mendampingi Wali Kota Medan, dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Jokowi, dimana ada Menteri Perhubungan Budi Karya. Menhub sendiri lebih dulu dinyatakan positif corona.

Sebelumnya, Kabag Humas Pemko Medan Arrahman Pane yang dihubungi, Rabu malam, membenarkan meninggalnya Mussadad. Namun, dia belum bisa memastikan status almarhum terkait Covid-19.

“Meninggalnya iya, positif meninggal. Karena ada yang bilang isu, hoaks. Tapi kepastian almarhum positif Covid-19 itu belum ada yang bisa memastikan, karena itu dari Gugus Tugas Covid-19. Infonya inilah yang bisa kita dapat,” jelasnya.

“Dari informasi yang saya terima iya, dan memang mengalami gejala batuk, demam. Apakah beliau PDP belum tahu juga (saya) pastinya,” ungkapnya.

Namun, soal almarhum langsung dikuburkan dari rumah sakit, Arrahman membenarkan.

“Iya, infonya malam ini (tadi malam) langsung dikuburkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Sumut Riadil Akhir Lubis merinci data per Rabu (25/3/2020) sore, ada 1976 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 55 orang, negatif COVID-19 berjumlah 6 orang dan 9 orang positif COVID-19,” ujarnya.

Dia menambahkan sudah ada tiga orang yang meninggal dunia dengan perincian 1 orang positif Covid-19. “Dan dua orang PDP meninggal non laboratorium,” jelasnya.

Berikut ini video warga tolak jenazah pejabat Medan dikuburkan di Pekuburuan Muslim, Jalan Brigjend Katamso, Medan:

(nin/pojoksatu)