Salat Jumat Dilarang karena Takut Corona, Kenapa Mal Tak Ditutup?

Ustaz Felix Siauw
Ustaz Felix Siauw

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah DKI Jakarta melarang kegiatan ibadah salat Jumat selama dua pekan.


Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 semakin meluas.

Bukan cuma DKI Jakarta, beberapa daerah lainnya juga melakukan hal serupa.

Sebagian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di beberapa daerah memutuskan untuk menunda pelaksanaan salat Jumat.


Larangan salat Jumat menjadi sorotan publik. Sebab, hanya kegiatan ibadah di masjid dan gereja yang dilarang. Sedangkan mal yang merupakan pusat keramaian tak ditutup.

Meluasnya penyebaran virus Corona di Indonesia mendapat tanggapan dari Ustaz Felix Siauw.

Ulama mualaf ini mengatakan, sudah 369 orang dinyatakan positif, 32 meninggal. Kenaikannya sangat cepat sekali.

Menurut Felix, beberapa provinsi sudah digolongkan jadi wilayah transmisi lokal: DKI Jakarta, Banten (Tangerang), Jawa Barat (Bekasi), Jawa Tengah (Solo), entah kedepan di mana lagi.

Yang paling mengerikan dari Covid-19 itu penularannya yang sangat masif, dan setelah tertular, ia memerlukan penanganan medis yang lumayan, atau nyawa yang hilang.

“Kita tahu, fasilitas kesehatan Indonesia, tak ada wabah pun sudah sangat sulit memenuhi pelayanannya, apalagi adanya wabah. Bisa kita bayangkan seperti apa kondisinya?,” kata Felix dikutip Pojoksatu.id dari Instagram pribadinya, Sabtu (21/3).

Felix teringat dengan bencana gempa Palu dan Lombok. Saat itu, koridor rumah sakit jadi kamar perawatan. Bahkan, tempat parkir dan hotel dijadikan sebagai tempat perawatan karena kurangnya fasilitas.

“Catat baik-baik, luka sebab gempa tak menular. Covid-19 menular, dengan tingkatan yang lebih dari virus flu lain. Dan covid-19 memerlukan fasilitas kesehatan layaknya RS,” katanya.

Menurut menambahkan, para ahli dari sebelumnya sudah prediksi, Indonesia takkan bisa menampung semua itu. Sekarang saja sudah bisa dilihat di Jakarta, setiap RS sudah kewalahan, overused, overheat.

“Belum lagi, penimbunan obat untuk treatment pasien, panic buying, dan kurangnya alat pelindung diri (APD) pada pekerja kesehatan yang akhirnya membahayakan mereka,” imbuhnya.

“Apa yang terjadi bila tenaga kesehatan sudah tumbang? Maka lebih banyak lagi orang awam yang tumbang. Bukan karena penyakit, tapi karena perawatan yang tak maksimal,” katanya

Maka solusi terbaik, kata Felix, yakni jangan sakit. Caranya kurangi ekstrim semua potensi untuk tertular atau menulari. Diam, tetap di rumah, jangan berkerumun, dan jangan berkumpul.

Felix setuju dengan ditiadakannya salat Jumat untuk sementara waktu demi mencegah penularan Corona.

“Termasuk shalat berjamaah, shalat Jum’at. Untuk sementara, jangan dulu, sebab itu bukan taat tapi jahat. Karena kita justru memberi sekam pada api untuk tetap membakar,” kata Felix.

Soal mal yang hingga kini belum ditutup, Felix menjelaskan, itu wewenang pemerintah, bukan tugas ulama.

“Kenapa hanya Masjid? Bukan Mal, bukan yang lain? Karena ulama dan asatidz tanggung jawabnya sampai disitu. Andai saya penguasa, sudah pasti saya tuliskan LOCKDOWN,” tandas Felix.

(one/pojoksatu)