Gereja Dibakar, OPM Minta Bantuan Australia, Berjuang Tutup Freeport

OPM bakar gereja di Papua. Ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) tengah berjuang untuk menutup PT Freeport Indonesia.

Namun upaya OPM dihadang aparat TNI-Polri. Pertempuran sengit pun terjadi sejak Februari lalu. Korban berjatuhan dari kedua pihak.

Informasi terbaru, sebuah gereja dibakar di Tembagapura Papua. OPM dituding berada di balik pembakaran gereja.

Tudingan itu dibantah keras oleh Komandan Operasi TPNPB, Mayjen Lekagak Telenggen.


“Kami menolak dengan tegas tunduhan Polda Papua melalui Kabid Humas Polda Papua yang menuduh kami membakar Gereja di kampung Opitawak Distrik Tembagapura, itu sangat tidak benar,” tegas Lekagak, dikutip Pojoksatu.id dari media sosial TPNPB News, Rabu (18/3/2020).

BACA: Dituding Bakar Gereja di Papua, Ini Jawaban OPM

Lekagak meminta dukungan pemerintah Australia, Papua New Guinea (PNG), dan beberapa negara lainnya untuk membantu perjuangan rakyat Papua.

“Pemerintah Australia, PNG, Vanuatu Solomon Island serta seluruh Pasifik, mohon dukungannya terhadap warga pribumi Papua barat yang saat ini sudah ditindas habis habisan oleh pasukan keamanan Indonesia,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah PNG dan Australia segera membuka pintu untuk PBB menangani masalah Papua barat yang ingin merdeka dari Indonesia.

“Pemerintah Australia dan pemerintah PNG mohon segera umumkan kekerasan militer Indonesia terhadap rakyat Papua barat kepada dunia internasional,” pintanya.

BACA: OPM Bakar Gereja, Kapolda Papua Bilang Begini

Lekagak juga berharap agar pemerintah Indonesia segera menghentikan propaganda murahan yang disebarkan oleh pasukan TNI-POLRI di lapangan.

“Kami pimpinan TPNPB se- Tanah Papua menolak isu pembakaran gereja Kemah Injil Indonesia Kelasis Mimika Jemaat Sinai Distrik Tembagapura,” tandas Lekagak.

(one/pojoksatu)