Penghentian Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bukti Proyek Jokowi Asal Serobot

Presiden Jokowi meninjau pembangunan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di kilometer 16 Bekasi Timur, 12 Desember 2019. Foto: Kemensetneg
Presiden Jokowi meninjau pembangunan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di kilometer 16 Bekasi Timur, 12 Desember 2019. Foto: Kemensetneg

POJOKSATU.id, JAKARTA – Untuk sementara waktu, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (high speed railway) dihentikan mulai hari ini, Senin (2/3/2020).


Penghentian tersebut didasarkan atas instruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Komite Keselamatan Konstruksi.

Surat tertanggal 27 Februari 2020 itu ditandatangani Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga.

Disebutkan, bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dihentikan selama dua pekan mendatang per tanggal 2 Maret 2020.


Dijelaskan pula bahwa setidaknya ada enam poin yang menjadi penyebab penghentian proyek dimaksud.

Di antaranya adalah membahayakan keselamatan pengguna jalan dan penyebab banjir di tol.

Selain itu, juga belum memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja, keselamatan lingkungan dan keselamatan publik.

Penghentian proyek kereta cepat itu menjadi bukti bahwa proyek yang dibanggakan Presiden Jokowi tersebut dijalankan secara serampangan.

Demikian disampaikan analis politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira kepada RMOL, Minggu (1/3/2020).

“Makin terlihat proyek yang tidak jelas visi dan cenderung asal serobot jika ada proyek yang datang,” tuturnya.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop