Pengamat Sebut Pansus Banjir Akan Jatuhkan Anies Baswedan

Rekayasa pengalihan arus lalin di Halim Baru karena adanya genangan air di Jl DI Panjaitan. Foto TMC Polda Metro
Rekayasa pengalihan arus lalin di Halim Baru karena adanya genangan air di Jl DI Panjaitan. Foto TMC Polda Metro

POJOKSATU.id, JAKARTA – DPRD DKI Jakarta telah menyepakati pembentukan panitia khusus atau Pansus Banjir.

Pansus Banjir dibentuk dengan alasan ingin mencari duduk permasalahan dan solusi serta langkah konkret untuk menuntaskan banjir di Jakarta.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, menilai pada dasarnya pembentukan pansus merupakan sesuatu yang lumrah.

“Hak DPRD untuk membentuk Pansus banjir. Jika Pansus banjir dilakukan untuk mengatasi solusi per-banjiran di Jakarta ya bagus-bagus saja,” ungkapnya, Sabtu (29/2)

Kendati begitu, Ujang mengingatkan kepada Anggota Dewan Kebon Sirih itu untuk tidak memanfaatkan Pansus demi menjegal langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sebab kehadiran Pansus seharusnya membantu warga Ibukota dan Pemprov DKI menemukan solusi, bukan justru dipolitisasi.

“Namun, sepertinya Pansus banjir akan lebih dominan politis untuk menggocek-gocek dan menjegal Anies. Ujungnya bisa untuk menjatuhkan citra Anies di mata publik,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD DKI telah menyepakati pembentukan Pansus Banjir. Pembentukan pansus sesuai rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD 24 Februari lalu.

Dalam surat tersebut tertulis, pembentukan Pansus ini sesuai dengan ketentuan pasal 65 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota.

Oleh karena itu, setiap fraksi menunjuk anggotanya untuk gabung di pansus banjir. Adapun komposisi jumlah anggota yang ditentukan untuk tiap fraksi:

a. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan: 6 orang

b. Fraksi Partai Gerindra: 5 orang

c. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera: 4 orang

d. Fraksi Partai Demokrat: 2 orang

e. Fraksi Partai Amanat Nasional: 2 orang

f. Fraksi Partai Solidaritas Indonesia: 2 orang

g. Fraksi Partai NasDem: 2 orang

h. Fraksi Partai Golkar: 1 orang

i. Fraksi Partai PKB-PPP: 1 orang

(one/rmol/pojoksatu)