Pengakuan Tiga Guru SMPN 1 Turi yang Digunduli Polisi, Jangan Kaget

Tiga guru SMPN 1 Turi, Sleman, saat mendapat kunjungan dari Tim LKBH PGRI di Mapolres Sleman, Rabu (26/2/2020). Foto RMOL
Tiga guru SMPN 1 Turi, Sleman, saat mendapat kunjungan dari Tim LKBH PGRI di Mapolres Sleman, Rabu (26/2/2020). Foto RMOL

POJOKSATU.id, SLEMAN – Tindakan polisi yang menggunduli tiga guru SMPN 1 Turi, Sleman, yang menjadi tersangka peristiwa Susur Sungai dikecam banyak pihak.


Tindakan itu juga dinilai sangat berlebihan. Seharusnya, polisi tidak memperlakukan ketiga guru tersebut layaknya pelaku kriminal berat.

Publik pun beramai-ramai melontarkan kecaman kepada polisi yang dinilai bertindak di luar batas kewajaran.

Akan tetapi, dari pengakuan ketiganya, penggundulan itu tidak lain adalah atas permintaan mereka sendiri kepada polisi.


Alasanya, agar mereka aman saat berada di dalam sel tahanan dan tidak menarik perhatian tahanan lain jika tidak gundul.

Demikian penjelasan salah satu guru berinisial IYA (37) yang dibenarkan dua guru yang lain.

“Digunduli ini memang permintaan kami. Pertama untuk faktor keamanan,” jelasnya saat mendapat kunjungan dari Tim LKBH PGRI di Mapolres Sleman, Rabu (26/2/2020).

Karena itu, ketiganya membantah bahwa penggundulan itu adalah inisiatif dari kepolisian.

“Jika tidak gundul akan jadi perhatian, jika gundul pasti agak tersamar, sehingga agak tenang. Bagi kami tidak ada masalah,” sambungnya.

Mereka mengaku siap menjalani proses hukum dengan sebaik mungkin, sesuai dengan koridor hukum.

Mereka juga menyatakan diperlakukan secara baik tidak ada permasalahan apa-apa, tidak diintimidasi dan tidak diperlakukan semena-mena.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop