Banyak Kawin Kontrak, Bareskrim Bakal ‘Garap’ Pemda, Villa dan Hotel di Cianjur

Sindikat esek-esek berkedok kawin kontrak di Puncak Bogor diungkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Foto RMOL
Sindikat esek-esek berkedok kawin kontrak di Puncak Bogor diungkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Foto RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA – Praktik kawin kontrak marak terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Hal ini diperlukan penanganan serius dari semua pihak terkait.


Demikian disampaikan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipipdum) Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

Karena itu, pihaknya akan melakukan operasi bersama untuk menghentikan praktik kawin kontrak di kawasan Puncak itu.

“Kami akan lakukan operasi bersama dengan stakeholder lainnya. Kemudian bersama pemda untuk terus melakukan pencegahan supaya tidak ada lagi kawin kontrak,” ujar Sambo.

Untuk pencegahan, pihaknya juga akan memanggil pihak hotel dan penyedia villa di Cianjur.

Hal itu untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak bahwa praktik kawin kontrak bisa dijerat dengan pidana.

“Pihak hotel dan vila akan kami panggil. Kami akan sosialisasi ini karena hanya akan memperburuk citra bangsa kalau menjadikan tempat seperti ini dibiarkan,” kata Ferdy.

Sambo pun mengingatkan, bahwa pihak hotel dan villa yang sengaja membiarkan terjadinya kawin kontrak, bisa berujung pada pencabutan izin.

“Iya, bisa dicabut (izin operasionalnya),” ujar dia.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

loading...

Berita Terkini