Sultan Sedih 7 Siswi SMPN 1 Turi Meninggal, Larang Kegiatan di Sungai Tanpa Kecuali

Sri Sultan Hamengkubuwono X

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tragedi susur sungai Sempor yang menewaskan 7 siswi SMPN 1 Turi Sleman mendapat tanggapan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.


Sultan sedih dan prihatin dengan musibah yang menimpa pelajar SMPN 1 Turi.

Sultan sempat berbincang dengan orang tua siswa SMPN 1 Turi yang anaknya belum ditemukan.

“Saya ikut prihatin dengan kejadian ini. Ini kan anak-anak SMP yang kebetulan juga musim hujan. Jadi mestinya di dekat sungai berbahaya, apalagi menyusuri sungai. Tapi apapun sudah terjadi,” kata Sultan.


Sultan menegaskan dirinya telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengeluarkan surat edaran terkait larangan melaksanakan kegiatan di sungai selama musim penghujan.

“Selama musim hujan ini saya mohon anak-anak sekolah tanpa melihat kelompok masyarakat, tanpa melihat pendidikan entah SD, SMP, maupun SMA untuk menghindari acara program kegiatan, baik anak sekolah, pramuka atau asosiasi apapun untuk menghindari berada di pinggir sungai, apalagi punya aktivitas yang berkaitan dengan masuk ke sungai,” tuturnya.

Apa pun alasannya, kata Sultan, tidak boleh ada kegiatan di sungai selama musim hujan.

“Untuk sementara ini selama musim hujan jangan melakukan aktivitas di Sungai karena membahayakan,” tambahnya.

“Entah itu alasannya untuk bersih desa ataupun bersih kali dan sebagainya ditunda saja dulu. Nggak usah (melaksanakan kegiatan) pada waktu musim hujan,” tandasnya.

Salah satu wali siswa sangat menyayangkan kegiatan Susur Sungai Sempor yang diadakan SMPN 1 Turi, Sleman.

Wali siswa Triani (25) yang ponakannya ikut dalam kegiatan ini mengaku syok saat mendengar kejadian ini.

Warga Kembangarum, Wetankali, Turi ini mengetahui kejadian ini dari grup PKK kampungnya.

“Posisi tidak tahu ponakan saya ikut dalam kegiatan itu. Saya tahu dari grup PKK dan langsung ke sini (lokasi kejadian),” ujarnya ditemui di lokasi kejadian, Jumat (21/2).

Dia sangat menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini harusnya juga melihat kondisi cuaca.

“Harusnya di-pending atau cari lokasi yang nggak sebesar itu. Di sungai kecil kan bisa, apalagi cuacanya nggak baik seperti ini,” ujarnya.

BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat total korban tragedi susur sungai Sempor berjumlah 249 siswa.

Sebanyak 216 siswa selamat, 23 siswa luka-luka, 7 siswa meninggal dan 3 siswa belum ditemukan. Semua korban merupakan pelajar SMPN 1 Turi Sleman.

BPBD DIY bersama tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian korban yang belum ditemukan pagi ini, Sabtu (22/02/2020).

“Dimulai pkl 07.00 WIB. Dengan fokus penyisiran sungai dari TKP – Hotel Gajah, dengan jarak 25,19 KM dibagi dalam 4 seksi lokasi pencarian,” kata BPBD DIY di akun Twitter resminya, Sabtu (22/2).

(one/pojoksatu)