Roy Suryo Sindir Pramono Anung: Jokowi Tidak Takut Genderumo, Tuyul, Banaspati, Wedon apalagi Setan Lengser

Roy Suryo, mobil dinas menteri
Roy Suryo. Foto via JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan nyeleneh Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung soal Kediri dan Presiden Jokowi menuai berbagai tanggapan.


Pramono menyatakan, dirinya melarang Presiden Jokowi mengunjungi Kediri, Jawa Timur.

Alasannya, dikhawatirkan Jokowi akan mengalami nasib serupa dengan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Ada yang menganggap bahwa pernyataan itu hanya sebuah joke alias candaan.


Akan tetapi, tak sedikit pihak yang mengaanggap pernyataan itu menunjukkan pemerintah saat ini lebih percaya pada hal-hal klenik.

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Demokrat Roy Suryo ikut angkat bicara.

Politisi yang memiliki gelar Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) itu menganggap, tak ada alasan apapun yang membuat seorang presiden mengunjungi satu wilayah manapun.

Termasuk Kediri, yang menjadi salah satu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang saat ini dipimpin Jokowi.

“Semua tergantung niat dan tujuannya, seorang presiden adalah pemimpin semua rakyatnya, jadi harus juga ke Kediri,” kata Roy melalui akun Twitter priadinya, Minggu, (16/2/2020).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga lalu mengungkap bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah mengunjungi Kediri.

Saat itu adalah ketika terjadi letusan Gunung Kelud pada 2007 silam.

SBY kala itu berani menabrak mitos yang telah menjadi ‘momok’ di kalangan pejabat negara.