Larang Jokowi ke Kediri karena Takut Lengser, Andi Arief: Pemerintah sedang dalam Tekanan tidak Mudah

Andi Arief
Andi Arief

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakij Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menanggapi pernyataan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang dianggap nyeleneh.


Pasalnya, politisi PDIP itu melarang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kediri, Jawa Timur.

Alasannya, Pramono khawatir Jokowi nantinya bernasib sama dengan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama itu disebut Pramono lengser usai berkunjung ke Kediri.


Pernyataan Pramono Anung itu lantas membuat banyak pihak menilai pemerintah saat ini lebih percaya hal-hal berbau klenik.

Seakan membantah sekaligus mengkritik, Andi Arief pun membeberkan kesalahprahan Pramono Anung.

Andi Arief mengungkap, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah dua kali mengunjungi Kediri.

“Tahun 2007, SBY mengunjungi Kediri. Kunjungan kedua di tahun 2014,” cuit Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (16/2/2020).

Sebaliknya, mantan staf ahli era Presiden SBY itu menyebut bahwa sejatinya Pramono Anung paham betul.

Bahwa Kediri dan kekuasaan seorang Presiden sama sekali tak ada kaitannya.

“Pak Pramono Anung sangat mengerti bahwa tidak ada hubungan Kediri dengan pudarnya kekuasaam Pak Jokowi,” lanjutnya.

Akan tetapi, Andi Arief menganggap ada maksud lain dari larangan Pramono kepada Jokowi agar tak mengunjungi Kediri itu.