Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru dan orang tua murid yang didenda karena nonton Cap Goh Meh bersalaman. Foto via Hi! Pontianak
Guru dan orang tua murid yang didenda karena nonton Cap Goh Meh bersalaman. Foto via Hi! Pontianak

POJOKSATU.id, SINGKAWANG – Video seorang murid mengaku didenda guru agamanya lantaran menonton acara Cap Go Meh mendapat sorotan publik.

Murid tersebut dilarang menonton Cap Go Meh lantaran acara tersebut bukan budaya orang Islam.

Cap Go Meh merupakan perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Murid yang menonton Cap Go Meh didenda Rp30 ribu. Denda tersebut membuat warganet emosi.

Warganet menilai guru agama yang mendenda muridnya dengan uang tidak hanya intoleran, tapi juga mata duitan.

“Guru kayak gini tidak hanya intoleran, tapi juga mata duitan. Mencoreng nama guru yang seharusnya kita contoh, baik perilakunya maupun ucapannya,” kata salah satu warganet, Rahmat.

Dari penelusuran Pojoksatu.id, insiden ini terjadi terjadi di SD Negeri 43 Singkawang, Kalimantan Barat.

Susilawati, orang tua murid yang ada dalam rekaman video dan mengaku didenda Rp30 ribu takut pergi ke sekolah lantaran tidak mampu membayar denda.

“Anak saya sampai tak berani masuk sekolah karena harus bayar denda, makanya saya kemarin datang ke sekolah, untuk mempertanyakan, uang denda ini akan dipakai untuk apa. Saya keberatan dengan adanya denda tersebut,” ujar Susilawati.

Di sekolah tersebut, tiga anak Susi bersekolah. Salah seorang anak Susi telah membayar Rp 5000, pakai uangnya sendiri. Sedangkan yang lain, meminta kepada orang tuanya.

“Bapaknya ndak mau ngasih, jadi ada anak saya yang tak mau masuk sekolah. Makanya saya datang ke sekolah, untuk mempertanyakan pengunaan uang denda tersebut,” tambah Susi.

Sementara itu, guru agama SD Negeri 43 Singkawang, Rusnaini meminta maaf atas kejadian itu.

Permintaan maaf disampaikan Rusnaini dalam pertemuan yang digagas Kapolsek Singkawang Selatan, AKP M Aminuddin yang dihadiri Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo, di Polsek Singkawang Selatan, Kamis (13/2).

“Kepada semua pihak saya minta maaf dan berjanji tidak mengulanginya. Uang yang kemarin juga sudah dikembalikan ke orang tua murid,” kata Rusnaini.

Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo menampik tudingan warganet yang menyebut guru di Singkawang intoleran dan mata duitan.

“Kalau ada klaim di medsos yang mengatakan benih intoleransi di Singkawang, itu tidak benar,” tegas Prasetyo.

(one/pojoksatu)