Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Anak di Apartemen Gading Nias, Mucikarinya Suami Istri

pelecehan seksual anak
Pelecehan seksual anak ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi kembali membongkar praktik prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur di kawasan Jakarta Utara.


Kali ini praktik esek-esek itu ada di Apartemen Gading Nias di Tower Chrysant unit 20JB dan 21HC.

Setidaknya ada lima orang yang merupakan muncikari dicokok polisi. Di sana ada sembilan anak dibawah umur yang dijual jadi Pekerja Seks Komersial. Kemudian ada pula empat PSK yang sudah dewasa di sana.

“Kita amankan korban yang dijual dan muncikari yang ada di situ,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budi Herdi Susianto di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin 10 Februari 2020.


Lima muncikari itu adalah pasangan suami-istri berinisial MC (35) dan SR (33). Lalu, tiga lainnya adalah RT (30), SP (36) dan ND (26).

Anak dibawah umur yang dijual di sana berumur antara 14 sampai 16 tahun. Kebanyakan mereka berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, para pelaku, polisi menjeratnya dengan Pasal 76F juncto Pasal 83 juncto Pasal 76I juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kelima muncikari juga dikenakan Pasal 2 Ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Dari hasil pemeriksaan, kami tetapkan 5 orang tersangka yakni dua orang suami istri sebagai mucikari dan agen pencari wanita di daerah-daerah dan dan 3 orang sebagai penjaga, bertugas mengawal agar para wanita ini tidak kabur,” kata dia lagi.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara menggerebek praktek prostitusi di Gang Royal, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis, 30 Januari 2020.

(dhe/pojoksatu)